Seputar TOSS TBC

TOSS TBC merupakan sebuah gerakan atau kampanye untuk Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh TBC di Indonesia.

Kampanye ini menjadi salah satu pendekatan untuk menemukan, mendiagnosis, mengobati dan
menyembuhkan pasien TBC, serta menghentikan penularan TBC di masyarakat.

TOSS TBC menargetkan 90 persen penurunan insiden TBC dan 95 persen penurunan kematian TBC pada tahun 2030.

Langkah-langkah yang dilakukan TOSS TBC meliputi, mencari dan menemukan gejala di masyarakat,
mengobati TBC dengan tepat, hingga memantau pengobatan TBC sampai sembuh.

Prinsip dan Strategi TOSS TBC

Prinsip dan strategi program yang diformulasikan untuk diimplementasikan secara komprehensif,
terpadu, dan sinergis dalam mengeliminasi TBC, meliputi:

  • Penguatan Kepemimpinan Program TB berbasis kabupaten/kota
  • Meningkatkan akses layanan TB yang bermutu
  • Pengendalian faktor risiko
  • Penguatan kemitraan TB melalui forum koordinasi
  • Peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pengendalian TB
  • Memperkuat sistem kesehatan dan manajemen TB

Peta Eliminasi TBC

Untuk mencapai Eliminasi TBC di Indonesia pada 2030, tahap-tahap yang ditempuh meliputi:

2016
Tahap 1

Dilakukan (1) Peluncuran Strategi TOSS-TBC, penemuan Intensif, Aktif, Masif, serta (2) Kemitraan dan
mobilisasi sosial dengan langkah-Langkah:

  • Penguatan PPM (Public Private Mix – Kemitraan jajaran Pemerintah dan Swasta) dan penerapan
  • penemuan aktif
  • Pemanfaatan TCM (Tes Cepat Molekuler) dan mikroskopis
  • Desentralisasi kegiatan kepada Kabupaten/kota
  • Penguatan regulasi dan kepemimpinan program
  • Menerapkan exit strategy ketergantungan dari donor
  • Penerapan kegiatan penurunan risiko penularan
  • Penerapan shortterm regiment (pengobatan jangka pendek) untuk MDR-TB
  • Akselerasi pengobatan kasus TBC mencapai 70% dan angka keberhasilan pengobatan diatas 85%.
2020
Tahap 2

Target yang akan dicapai pada tahun 2020 yaitu 30% penurunan insiden TBC serta 40% penurunan
kematian TBC dibandingkan tahun 2014 dengan langkah-langkah:

  • Mempertahankan cakupan pengobatan tetap diatas 70% dan angka kesuksesan pengobatan diatas 85%.
  • Optimalisasi desentralisasi kegiatan TBC kepada Kabupaten/kota.
  • Mencegah pembiayaan katastropik TBC
  • Penguatan pengendalian faktor risiko : profilaksis dan pengobatan TBC laten
  • Maksimalisasi pemanfaatan diagnosis TCM dan mikroskopis
  • Desentralisasi kegiatan kepada Kabupaten/kota
  • Penerapan short term regiment (pengobatan jangka pendek) untuk TBC sensitif
2025
Tahap 3

Target yang akan dicapai pada tahun 2025 adalah 50% penurunan insiden TBC serta 70% penurunan
kematian TBC dibandingkan tahun 2014 dengan langkah-langkah:

  • Mempertahankan cakupan pengobatan tetap diatas 80% dan angka kesuksesan pengobatan diatas 95%.
  • Menerapkan cakupan semesta untuk TBC
  • Mengendalikan pembiayaan katastropik TBC
  • Akselerasi pengobatan profilaksis dan pengobatan TBC laten
  • Inovasi diagnosis TBC
  • Penguatan surveilans TBC
  • Penerapan short term regiment (pengobatan jangka pendek) untuk laten TBC
  • Penerapan vaksin TBC
2030
Tahap 4

Target yang akan dicapai pada tahun 2030 adalah 90% penurunan insiden TBC dan 95% penurunan kematian TBC dibandingkan tahun 2014.

Skip to content