Prinsip dan Strategi Program

Pengembangan dan formulasi Strategi Penanggulangan Tuberkulosis yang baru didasarkan pada:

  • Hasil survei prevalensi 2013-2014, yang menunjukkan bahwa TB mempengaruhi orang-orang dari semua usia atau golongan, dengan orang- orang miskin yang paling terpengaruh. Pria lebih banyak terkena daripada wanita dan orang di daerah perkotaan lebih banyak daripada di daerah pedesaan. Faktor risiko lain adalah penderita gizi buruk, narapidana, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang terganggu, termasuk HIV dan diabetes, rentan terhadap TB.

  • Pelaporan/notifikasi kasus TB oleh program terus landai sebesar 30%, menunjukkan bahwa perubahan pendekatan, metode dan strategi sangat diperlukan

  • Perkembangan terbaru manajemen dan alat diagnostik TB.

  • Berbagai temuan dan rekomendasi Joint External Monitoring Mission (JEMM) 2013 dan 2016.

  • Komitmen pemerintah pusat dan daerah serta dunia yang memberikan perhatian tinggi terhadap masalah TB.

 

??Enam strategi diformulasikan untuk diimplementasikan secara komprehensif, terpadu, dan sinergis dalam mencapai eliminasi TB, yaitu:

  1. Penguatan Kepemimpinan Program TB berbasis kabupaten/kota

  • Koordinasi oleh pemerintah dengan peta jalan eliminasi yang jelas dan diperkuat dengan regulasi.

  • Kolaborasi multisektoral dan koalisi yang kuat dengan organisasi masyarakat

  • Peningkatan pembiayaan, terutama dari pendanaan bersumber dalam negeri

  • Koordinasi, harmonisasi, sinkronisasi dan sinergi untuk mencapai kinerja program yang terbaik.

  1. Meningkatkan akses layanan TB yang bermutu.

    • Melibatkan semua penyedia layanan melalui peningkatan jaringan layanan pemerintah swasta melalui district-based public-private mix (PPM)

    • Intensifikasi penemuan kasus TB aktif melalui pendekatan kesehatan masyarakat dan keluarga.

    • Pendekatan integrasi layanan seperti TB-HIV, TB-DM, IMCI, PAL, dll.

    • Inovasi diagnostik TB dengan memanfaatkan alat terbaru sesuai rekomendasi WHO

    • Meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien dan dukungan pasien dan keluarga

    • Integrasi dengan asuransi kesehatan untuk mencapai cakupan universal untuk pengobatan TB

  2. Pengendalian faktor risiko

    • Promosi, lingkungan dan gaya hidup sehat

    • Implementasi pencegahan dan pengendalian infeksi TB (imunisasi, pengobatan profilaksis, pengendalian infeksi, dll.)

    • Meningkatkan penemuan kasus TB dan juga mempertahankan keberhasilan pengobatan yang tinggi

  3. Penguatan kemitraan TB melalui forum koordinasi

    • Pemetaan mitra potensial dalam eliminasi TB

    • Peningkatan kemitraan melalui koordinasi forum TB di tingkat pusat

    • Peningkatan kemitraan melalui forum koordinasi TB di tingkat provinsi/kabupaten

  4. Peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pengendalian TB

    • Meningkatkan keterlibatan dan keterlibatan pasien TB, mantan pasien, keluarga dan masyarakat dalam pengendalian TB

    • Memperluas keterlibatan masyarakat dan keluarga dalam pengendalian TB

    • Keterlibatan peran masyarakat dalam promosi TB, temuan kasus TB dan dukungan pengobatan terhadap TB

    • Pemberdayaan masyarakat melalui integrasi TB ke dalam pelayanan kesehatan berbasis keluarga dan masyarakat

  5. Memperkuat sistem kesehatan dan manajemen TB

    • Sumber daya manusia yang memadai dan kompeten

    • Mengelola logistik secara efektif

    • Meningkatkan pembiayaan, advokasi dan peraturan

    • Memperkuat sistem informasi strategis, surveilans proaktif, termasuk kewajiban melaporkan (Mandatory Notification).

    • Jaringan dalam penelitian dan pengembangan inovasi program.